Logo

Website Resmi Komando Distrik Militer

0322/Siak

...
2026-08-31
0x dilihat

Mabes TNI Perkuat Pencegahan Karhutla di Siak, Libatkan Pemerintah, Perusahaan hingga Masyarakat

 

SIAK, RIAU — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat di Kabupaten Siak, Riau. Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI turun langsung ke Kecamatan Tualang untuk memperkuat edukasi dan sinergi lintas sektor dalam mencegah potensi kebakaran.

Penyuluhan digelar di Aula Kantor Camat Tualang, Jalan Perawang-Minas Km 10, Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Senin (31/8/2026).

Tim Mabes TNI dipimpin Laksamana Pertama Priyambodo, S.H., selaku kepala tim penyuluh. Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan kampung, instansi terkait, tenaga kesehatan, tokoh agama, dunia pendidikan, perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), Ketua RT/RW, hingga masyarakat.

Camat Tualang Mursal, S.Sos., Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono, S.H., M.H., serta Danramil 04/Perawang Kapten Inf Edi Ayub Harahap turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Perwakilan sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Tualang juga mengikuti penyuluhan. Kehadiran unsur dunia usaha dinilai penting karena perusahaan memiliki wilayah kerja dan sumber daya yang dapat mendukung upaya pencegahan serta penanganan karhutla.

Dalam penyuluhan, Tim Mabes TNI memberikan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan karhutla serta langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh seluruh unsur ketika menghadapi potensi kebakaran.

Materi yang disampaikan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Forum tersebut dimanfaatkan peserta untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah Kecamatan Tualang.

Pencegahan menjadi perhatian utama karena karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat, kesehatan, perekonomian, hingga kualitas udara.

Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam sistem pencegahan. Peran MPA, perangkat kampung, RT/RW, perusahaan, serta aparat diharapkan dapat memperkuat deteksi dini dan mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan potensi kebakaran.

Kegiatan penyuluhan juga menjadi momentum memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar upaya pencegahan tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara nyata di lapangan.

Setelah penyampaian materi dan sesi diskusi, seluruh rangkaian kegiatan selesai dalam keadaan aman dan lancar.

Melalui penyuluhan tersebut, diharapkan kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Siak semakin meningkat sehingga potensi karhutla dapat dicegah sedini mungkin.